LAB 5 Mengkoneksikan mikrotik ke internet

LAB 5

Mengkoneksikan  mikrotik ke internet


  1. Sumber internet IP Static


  1. Sumber internet IP dynamic

Siswa mampu mengkoneksikan mikrotik ke internet dengan sumber  ip static dan dynamic   : 


Tuliskan  perintah konfigurasi  mikrotik ke internet  dengan IP static dan  IP dynamic   :

  1. IP Static

Login ke Router MikroTik:

Masuk ke antarmuka pengelolaan MikroTik melalui aplikasi winbox  dengan menggunakan alamat IP default atau alamat IP yang sudah diatur sebelumnya.

2.Konfigurasi Interface WAN:

Periksa interface mana yang terhubung ke internet. Interface ini biasanya disebut ether1 atau ether2, tergantung pada konfigurasi fisik . Misalnya, jika interface yang terhubung ke internet adalah ether1, jalankan perintah berikut:

  “    interface ethernet set [find default-name=wlan2] name=wan  “

3.Atur IP Statis pada Interface WAN:

Berikan alamat IP statis pada interface WAN. Gantilah <IP_ADDRESS> dengan alamat IP yang diberikan oleh penyedia layanan internet (ISP), dan <SUBNET_MASK> dengan subnet mask yang sesuai.  Jalankanlah perintah berikut:

“     ip address add address=172.16.16.34/25  interface=ether1    “

4.Atur Gateway Default:

Tetapkan gateway default ke alamat IP router ISP. Gantilah <GATEWAY_IP> dengan alamat IP gateway ISP. jalankanlah perintah berikut:

“     ip route add gateway=172.16.16.1/25   “

5.Atur DNS:

Tentukan server DNS yang akan digunakan oleh router untuk resolusi nama. Biasanya, Anda dapat menggunakan DNS yang disediakan oleh ISP atau DNS publik seperti Google DNS (8.8.8.8 dan 8.8.4.4). jalankanlah perintah berikut:

“     ip dns set servers=8.8.8.8   “

6.Uji Koneksi:

Sekarang, coba uji koneksi ke internet dengan menjalankan perintah berikut:

“    ping 8.8.8.8  “

7.Simpan Konfigurasi:

Terakhir, pastikan untuk menyimpan konfigurasi Anda agar tetap persisten setelah reboot dengan menjalankan perintah:

“     System backup save    “




Gambar diatas merupakan hasil konfigurasi dari ip static

      B. IP Dynamic

Login ke Router MikroTik:

Masuk ke antarmuka pengelolaan MikroTik melalui aplikasi winbox  dengan menggunakan alamat IP default atau alamat IP yang sudah diatur sebelumnya.

2.Konfigurasi Interface WAN:

Periksa interface mana yang terhubung ke internet. Interface ini biasanya disebut ether1 atau ether2, tergantung pada konfigurasi fisik . Misalnya, jika interface yang terhubung ke internet adalah ether1, jalankan perintah berikut:

  “    interface ethernet set [find default-name=ether2] name=wan   

3.Atur IP Dinamis pada Interface WAN:

Anda tidak perlu secara manual menetapkan IP address karena IP address akan dialokasikan secara dinamis oleh ISP melalui DHCP. Anda hanya perlu menjalankan perintah untuk mengaktifkan DHCP client pada interface WAN:

“    ip dhcp-client add interface=wan disabled=no   “

4.Atur DNS:

Tentukan server DNS yang akan digunakan oleh router untuk resolusi nama. Biasanya, Anda dapat menggunakan DNS yang disediakan oleh ISP atau DNS publik seperti Google DNS (8.8.8.8 dan 8.8.4.4). jalankanlah perintah berikut:

“     ip dns set servers=8.8.8.8  “

5.Uji Koneksi:

Sekarang, coba uji koneksi ke internet dengan menjalankan perintah berikut:

“    ping 8.8.8.8  “

6.Simpan Konfigurasi:

Terakhir, pastikan untuk menyimpan konfigurasi Anda agar tetap persisten setelah reboot dengan menjalankan perintah:

“     System backup save    “

Gambar diatas merupakan hasil konfigurasi dari ip static


Buat  kesimpulan :  Secara sederhananya Static adalah konfigurasi IP secara manual sedangkan Dynamic adalah konfigurasi IP Secara Otomatis atau client meminta IP terhadap server.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAB 10 Troubleshooting logging di mikrotik [basic configuration]

LAB 17 DHCP-DNS-INTERNET